Rabu, 28 Oktober 2020

Tanyakan, Siapa Dirimu?

 

Sabda Baginda Nabi Muhammad Saw yang satu ini sudah sangat familiar di kalangan para "Pecinta Tuhan..." 

Bunyinya begini :

"Ana abal arwah wa Adamul abu basar.  "Aku adalah bapak dari sekalian ruh dan Adam (Nabi Adam) adalah bapak dari sekalian jasad."

Jasad makhluk meiliputi darah,  daging,  urat,  tulang,  sumsum,  mata,  hidung,  telinga,  mulut,  otak dan lain-lain.  Manakala seluruh organ tubuh itu disatukan,  lantas apakah dia sudah bisa disebut hidup? Mereka hanya se-onggok tumpukan daging,  tulang dan lain-lain,  tanpa ruh dia bukanlah apa-apa.

Kemudian, dia dianugerahi ruh,  sehingga memiliki sifat hidup, melihat,  bicara,  mendengar dan lain-lain. Lantas,  mengapa mereka menjadi angkuh,  hanya karena perbandingan lebih muda dan tua,  lebih cantik dan buruk rupa,  lebih pintar dan bodoh,  kaya dan miskin atau terhormat dan jelata?  

Usia jasad mereka memang tak bisa dipungkiri telah menua,  tetapi apakah ruh mereka juga mengalami hal yang sama?  Jawabannya tentu tidak.  Karena ruh tidak berbentuk seperti jasad, tidak bisa diklasifikasi seperti bentuk yang dapat menua, makanya setelah seluruh makhluk melewati fase kematian,  mereka akan dibangkitkan dengan usia yang sama, yakni 18 tahun.  Itulah satu "lapisan" diri makhluk setelah jasad yang bernama ruh.  

Lalu,  siapa sebetulnya ruh ini,  seperti apa bentuk dan rupanya? Ruh bukan berarti sama berwujud seperti jasad,  sebagaimana hidung dan nafas (angin) yang dapat dibayangkan bentuk dan rupanya.  

Sekarang kembali pada Sabda Baginda Rasul,  "Ana abal arwah.... aku adalah bapak dari sekalian ruh." Pertanyaannya,  apakah ruh kita juga bagian dari ruh Baginda Rasulullah Saw? Jawabannya adalah betul sekali.  Inilah pengetahuan dasar tentang siapa diri kita,  tetapi ini baru lapisan pertama yang berada di permukaan, belum masuk pada hakikat diri yang paling rahasia.  Namun setidaknya,  apabila seseorang mengenal asal permulaan ruh,  dia akan senantiasa mengingat Baginda Rasulullah Saw yang haq! Dia takkan pernah terpisah dengan Baginda Rasulullah Saw, hingga ajal menjemput,  dibangkitkan dari kematian serta menjalani hidup di akherat kelak.  Karenanya,  temukanlah orang yang telah mengenal dirinya,  mencintai dirinya,  serta mereka yang mampu membedakan antara diri yang terkubur di dalam tanah dan diri yang abadi untuk DICINTAI. Agar engkau tidak keliru menempatkan CINTA yang sesungguhnya,  bukan kepada mereka yang tidak mengenal dirinya. Karena mereka yang tidak mengenal dirinya,  tak ubahnya seperti hewan, bilamana mati,  dia hanya menjadi bangkai. Inilah sebaik-baik harta yang tidak pernah pupus hingga bertemu kepada Sang Khalik,  yaitu ilmu mengenal diri. Wallahu'alam bisshawab.  


Minggu, 09 Agustus 2020

Mengenang Walikota Nadjmi Adhani

Walikota Banjarbaru, Drs. Nadjmi Adhani

Banyak sekali kenangan (in memorian) baik yang dirasakan seluruh masyarakat Kota Banjarbaru dari mendiang Walikota Banjarbaru, Drs. H Najdmi Adhani. Salah satu yang utama selalu dipikirkannya adalah tentang warga Kota Banjarbaru. Terlebih saat wabah viru Covid-19 melanda seluruh daerah, dia selalu mengingatkan dan menjaga masyarakatnya agar waspada, supaya terhindar dari wabah yang sangat meresahkan tersebut. Tidak mengherankan, seluruh masyarakat Kota Banjarbaru merasakan sangat kehilangan atas kepergiannya. 

BANJARBARU, koranbanjar.net - Hampir segenap masyarakat Kota Banjarbaru telah pernah merasakan sentuhan kebaikan dari Walikota yang dikenal ramah  ini. Hal demikian juga pernah dirasakan unsur manajemen PT. Media Banjar Grup (koranbanjar.net) yang berkesempatan melalukan audence terakhir kali ke kediamannya sekitar dua bulan yang lalu di Kota Banjarbaru. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama koranbanjar.net, Denny Setiawan didampingi jajaran redaksi telah disambut mendiang Walikota Banjarbaru dan Wakil Walikota Banjarbaru, Drs. Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan. 

Seperti biasanya, mendiang Nadjmi Adhani langsung menerima penuh keramahan, bahkan menawarkan suguhan minum. Rendah hati dan apa adanya, itulah salah satu ciri khas Nadjmi Adhani. "Om..mau minum apa, kopi atau teh," tanyanya dengan lembut. 

https://koranbanjar.net/in-memorian-walikota-nadjmi-adhani-selalu-memikirkan-warga/

Justru jajaran manajemen koranbanjar.net yang agak sungkan mendapati perlakuan yang sangat ramah itu. 

Dalam kesempatan itu, unsur manajemen koranbanjar.net bersama Nadjmi Adhani dan Darmawan Jaya Setiawan banyak yang diperbincangkan. Mulai dari penanggulangan virus Covid-19 di Kota Banjarbaru hingga pemberlakuan New Normal secara bertahap, agar ekonomi rakyat menengah ke bawah di Kota Banjarbaru dapat berjalan normal secara berkala. 

"Kami berusaha menjaga dan mencegah masyarakat kami agar terhindar dari Covid-19. Namun kami juga berharap ekonomi rakyat dapat pulih secara bertahap atau pelan-pelan. Karena kami sangat memikirkan keadaan kesehatan, dampak sosial dan dampak ekonomi bagi masyarakat kami," ungkapnya. 

https://koranbanjar.net/banjarbaru-berkabung-walikota-banjarbaru-nadjmi-adhani-wafat/

Sementara itu, seorang warga Kota Banjarbaru yang menjalani masa karantina karena terinpeksi virus Covid-19 (nama dirahasiakan, red) pernah mengungkapkan terima kasih yang tiada terhingga kepada Pemerintah Kota Banjarbaru dalam hal ini kepada mendiang Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani. 

"Selama masa karantina, kami sangat mendapat perhatian dari Walikota. Tidak hanya soal perawatan dan obat-obatan, tapi urusan kebutuhan makanan yang bergizi juga sangat diperhatikan," ungkap eks pasien Covid-19 tersebut. 

Kini setelah menjalani masa karantina dan perawatan, si pasien tersebut sudah sembuh total. 

Tak berbeda dengan pendapat masyarakat lainnya yang notabene merasakan kebaikan Nadhmi Adhani. Seperti yang pernah dirasakan advokat asal Martapura, Supiansyah Darham, SH. 

"Beliau orang baik, ramah dengan siapapun. Saya kenal dan berteman sejak beliau di Banjarmasin,  dulu beliau sekolah di SMAN 1 Mulawarman Banjarmasin. Mari kita hadiahkan surah Al Fatihah kepada beliau," ucap Supi.(ff)





Kamis, 30 Juli 2020

Siapa yang Paling Kalian Cintai?


Dua orang sahabat tengah berdialog. Seorang di antara mereka bertanya, "bekal apa yang akan kita bawa menghadapi kematian kelak?" Sahabatnya menjawab singkat tanpa ragu sedikit pun, bahkan tanpa memberikan jawaban yang bertele-tele, "tak perlu engkau memikirkan bekal apa saja yang akan kau bawa, senantiasa mengingat bahwa kau akan mati, itu sudah cukup!"

Kemudian sahabat yang bertanya tadi, kembali mengajukan pertanyaan yang berikut kepada sahabatnya. "Saya pernah mendengar sebuah hadits Nabi yang berbunyi begini, di akherat kelak, setiap orang akan dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintainya. Di antara orang-orang yang kita cintai, tentu tidak semua memiliki cinta yang sama seperti cinta kita kepada yang lain. Bahkan mungkin, ada di antara orang yang kita cintai teryata memiliki aqidah yang berbeda atau memiliki perbuatan yang sering melanggar ketentuan agama? Bagaimana mungkin kita akan dikumpulkan? Lalu bagaimana agar kita memiliki cinta yang sama atau tidak berbeda?"

Sahabatnya kembali menjawab dengan tenang. "Mungkin engkau juga pernah mendengar sebuah pendapat kalangan ahli sufi begini, barangasiapa mengenal dirinya, berarti dia juga mengenal Tuhannya. Nah, jika demikian maka yang paling mencintai "dirinya sendiri" tak kan pernah terpisah dengan Tuhannya. Begitu pula para Rosul, Nabi, sahabat Nabi, tabi'in, kekasih Allah maupun orang-orang sholeh, mereka semua teramat sangat mencintai "dirinya sendiri", lalu bagaimana mungkin mereka terpisah antara satu sama yang lain. Karena mereka memiliki cinta yang sama."

Sebab itu, ungkapnya, hanya bagi mereka yang mengenali hakikat "diri" yang tak pernah terpisahkan oleh ruang dan waktu.
Tubuh mereka boleh tercerai berai, bahkan ada di antaranya yang mendahului terkubur selama ratusan tahun, sementara keturunannya ada yang baru lahir pada ratusan tahun berikutnya. Akan tetapi "makhluk" yang bernama CINTA tidak ada yang disebut muda atau tua, sehingga mereka dikumpulkan atas nama CINTA, yakni CINTA ABADI terhadap YANG MAHA TUNGGAL. Wallahu 'alam bishshawab...


Kamis, 16 Juli 2020

Update, Inilah Informasi Pertanian Dari BBPP Binuang

PERTANIAN - Para petani melakukan panen raya.

Inilah update informasi pertanian dari BBPP Binuang. Berbagai informasi seputar pertanian dari Balai Besar Pelatihan Pertanian atau BBPP Binuang tersaji pada media online www.koranbanjar.net dilengkapi dengan link-nya. Bahkan kumpulan berita pertanian, khususnya dari wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah serta Kalimantan Utara juga terupdate di sini.

Namun sebelumnya, redaksi koranbanjar.net akan menjelaskan, apa itu Balai Besar Pelatihan Pertanian atau BBPP Binuang?

Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang atau disingkat BBPP Binuang adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Adapun tugas pokok BBPP Binuang meliputi, melaksanakan dan mengembangkan teknik pelatihan teknis, fungsional dan kewirausahaan di bidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian.

Tahun 2013, tugas BBPP Binuang lebih disempurnakan dengan terbitnya Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 104/Permentan/OT.140/10/2013 tanggal 9 Oktober 2013 yaitu melaksanakan pelatihan fungsional bagi aparatur, pelatihan teknis dan profesi, mengembangkan model dan teknik pelatihan fungsional dan teknis bidang pertanian bagi aparatur dan non aparatur pertanian.

Wilayah kerja BBPP Binuang meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

VISI dan MISI

VISI BBPP Binuang adalah “Menjadi  Pusat Keunggulan dalam menyelenggarakan pelatihan untuk menghasilkan SDM pertanian yang profesional, inovatif, mandiri dan berdaya saing”.

Untuk mencapai visi tersebut, BBPP Binuang menyetujui misi sebagai berikut:

Menguatkan kapasitas kelembaban pelatihan.

Mengembangkan ketenagaan diklat.

Mengembangkan manajemen mutu penyelenggaraan diklat.

Mengembangkan program dan pengembangan pelatihan pertanian dalam dan luar negeri.

Dalam melaksanakan tugasnya dikeluarkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 104 / Permentan / OT.140 / 10/2013 di atas BBPP

Program penyusunan, rencana kerja, anggaran dan pelaksanaan kerja;

Implementasi kebutuhan pelatihan.

Implementasi bahan Standar Kompetensi Kerja (SKK) di bidang pertanian.

Pelaksanaan pelatihan Fungsional di bidang pertanian untuk aparatur.

Pelaksanaan pelatihan teknis di bidang perkebunan dan teknologi lahan pasang surut bagi aparatur dan nonaparatur pertanian di dalam dan luar negeri.

Pelaksanaan pelatihan profesi di bidang perkebunan dan teknologi lahan pasang surut bagi aparatur dan nonaparatur.

Pelaksanaan unit kompetensi di bidang pertanian.

Paket pelaksana pelatihan dan pelatihan media di bidang pertanian.

Melaksanakan pengembangan model dan teknik pelatihan fungsional dan teknis di bidang perkebunan dan teknologi lahan pasang surut.

Swadaya.

Pelaksanaan bantuan konsultasi di bidang pertanian.

Pelatihan bimbingan lanjutan di bidang pertanian untuk aparatur dan nonaparatur.

Pelaksanaan pelatihan kerja, pelatihan fungsional untuk aparatur, pelatihan teknis dan profesi, pengembangan model dan teknik pelatihan fungsional dan teknis di bidang pertanian untuk aparatur dan nonaparatur pertanian.

Pengelolaan unit inkubator usahatani.

Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pelatihan di bidang pertanian.

Data pelaksanaan dan informasi pelatihan disertai pelaporan.

Pelaksanaan Pengelolaan sarana teknis.

Pengelolaan urusan kepegawaian, keuangan, rumah tangga, perlengkapan, dan instalasi BBPP Binuang.

BBPP Binuang di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalsel didirikan tahun 1952 dengan nama Balai Pendidikan Masyarakat Desa (BPMD). Kemudian pada tahun 1953 namanya diubah menjadi Pusat Kursus Pertanian Kalimantan (PKPK).

Seiring dengan perkembangan pembangunan pertanian dan beban tugasnya, tahun 1969 fungsi BBPP Binuang ditingkatkan menjadi Pusat Pengembangan Pertanian. Berikutnya mulai tahun 1975 statusnya ditingkatkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 190/Kpts/Org/5/1975 menjadi Pusat Latihan Pertanian (PLP).

Melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 52/Kpts/Org/1/1978 dari PLP ditingkatkan fungsinya menjadi Balai Latihan Pegawai Pertanian (BLPP) Binuang.

Fungsi BLPP diperluas menjadi Balai Diklat Pertanian (BDP) Binuang dengan terbitnya SK Menteri Pertanian Nomor : 84/Kpts/OT.210/2/2000 tanggal 29 Februari 2000.

BDP Binuang dimaksudkan juga melakukan pengembangan potensi wilayah serta menyesuaikan dengan perkembangan arah pembangunan pertanian, maka diterbitkan SK Menteri Pertanian Nomor : 333/Kpts/OT.210/5/ 2002 tanggal 8 Mei 2002, di mana BDP Binuang mendapat tugas khusus untuk malaksanakan pelatihan teknis di bidang perkebunan dan teknologi lahan pasang surut, sehingga namanya menjadi Balai Diklat Agribisnis Perkebunan dan Teknonologi Pasang Surut (BDAPTPS) Binuang.

Setelah itu dilakukan pembenahan dan evaluasi oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, sehingga melalui Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor : 18/Permetan/ OT.140/2/2007 tanggal 19 Februari 2007 ditingkatkan eseloneringnya menjadi II-b dengan perubahan nama menjadi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

Daftar Berita Pertanian dari BBPP Binuang
Baca Juga :
https://koranbanjar.net/agar-produktivitas-pangan-tinggi-penyuluh-bartim-dampingi-petani/

Baca Juga :
https://koranbanjar.net/widyaiswara-bbpp-binuang-kawal-penyuluh-tanbu-kelola-program-ipdmip/

Baca Juga :
https://koranbanjar.net/bbpp-binuang-ingatkan-petani-gunakan-teknologi-ramah-lingkungan-kendalikan-hama/

Alamat Kantor BBPP Binuang
Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 85, Binuang, Tapin, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan 71183.



Senin, 15 Juni 2020

Daun yang Gugur pun Sudah Ditetapkan


Dulu, saya punya sahabat bagaikan saudara. Apabila beberapa hari tidak bertemu atau tak berkasih kabar, satu dari kami akan menjumpai. Meski pertemuan kami hanya sekedar ngobrol biasa, tetapi sangat bermakna. Pun apabila satu dari kami sedang asik dengan urusan lain atau pertemanan lain, ada sesuatu yang terasa hilang.

Belum lama dia telah mendahului untuk pergi selama-lamanya ke alam baka. Persahabatan kami yang berlangsung puluhan tahun sudah tentu menyisakan kisah dan kenangan bersama. Baik itu kisah bahagia, sedih maupun kisah lucu dan menggelikan. Terlebih ketika mendatangi sebuah tempat, sedangkan tempat itu sering kami datangi walau sekedar untuk nongkrong, maka kenangan itu kembali muncul dengan cerita yang detil.

Manakala saat sendiri teringat hal itu, kadang saya hanya bisa tersenyum atau termenung, sambil bertanya dalam hati, " sedang apa ya sahabatku di sana (alam akherat)...? Atau bagaimana keadaannya di sana ya?" Berbagai pertanyaan terus muncul satu persatu, sampai pertanyaan itu mengarah kepada diriku sendiri. "Kalau dia (sahabatku) sudah berada di sana, suatu saat aku pun juga akan demikian. Mungkin nanti sahabatku juga akan berfikir sama seperti yang kupikirkan sekarang," gumamku.

Rotasi waktu terus berlanjut, dia akan menggeser tunas menjadi tua dan menggeser yang tua menjadi tiada. Perhatikan pohon yang sudah lapuk, kulitnya secara bergiliran terkelupas. Tadinya hanya sebutir biji, kemudian tumbuh dengan tunas yang segar dan hijau. Waktu telah mengubahnya menjadi pohon yang lebat dengan daun hijau. Satu persatu daun yang hijau menjadi kering hingga jatuh ke tanah. Sedangkan pohon yang penuh dengan cabang dan ranting semula kokoh, menjadi lapuk, bahkan keropos, hingga saatnya tiada tersisa.

Proses semua kejadian tak bisa dielakkan, Sang Maha Pencipta sudah menyusun cerita hidup setiap penciptaanNya dengan ketentuan yang detil dan tepat waktu. Bahkan jatuhnya selembar daun dari pohon pun sudah ditetapkan sejak pohon itu belum berbentuk biji, apalagi bertunas atau memiliki daun.

Sahabatku sudah menyelesaikan fase pertama, menjalani ketentuan di masa dalam rahim ibunya hingga kembali mengisi perut bumi. Kini dia tengah menjalani fase berikutnya, menjalani ketentuan di alam akherat. "Sahabatku.., semoga ketentuan yang kau terima di sana menghantarkan dirimu pada tempat yang paling mulia di sisiNya. Engkau sudah membuktikan, apapun yang berharga di dunia ini tak satu pun berarti di alam sana, kecuali ketaqwaan dan keimanan pada diri kita masing-masing. Sungguh menyedihkan bagi mereka yang kehilangan dunia dan isinya, kemudian tidak cemas menghadapi kehidupan berikutnya seperti yang kau jalani sekarang." (*)


Senin, 08 Juni 2020

Doa Habib Sholeh Tanggul Dikabulkan Seperti Kilat




Nama Habib Sholeh Tanggul bukan hanya terkenal di wilayah Tanggul, Jember Jawa Timur. Akan tetapi, waliyullah yang satu ini juga sudah sangat dikenal di seluruh Nusantara. Habib Sholeh Tanggul merupakan seorang waliyullah yang memiliki tingkat kewalian yang sangat tunggi hingga disebut sebagai wali quthb. Habib Sholeh Tanggul berasal dari Hadramaut, Yaman yang hijrah ke Indonesia di usia 26 tahun.

Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid atau lebih dikenal dengan Habib Sholeh Tanggul adalah tokoh ulama yang menghabiskan masa dakwahnya di Tanggul, Jember, Jawa Timur.

Adapun dzuriat Habib Sholeh Tanggul dari jalur ayah adalah Habib Sholeh bin Muhsin bin Ahmad bin Abubakar bin Abdullah bin Sholeh bin Abdullah bin Salim bin Umar bin Hamid bin asy-Syeikh Abibakar bin Salim bin Abdullah bin Abdurrahman bin Abdullah bin Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghayur bin Muhammad al-Faqih Muqaddam bin Ali bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasim bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir bin Isa Ar-Rumiy bin Muhammad Annaqib bin Ali Al-Uraidhiy bin Ja’far ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Hussein dari Fatimah az-Zahra Putri Rasulullah Saw.

Habib Sholeh Tanggul memiliki berbagai keistimewaan (karomah), salah satunya beliau bila berdoa seketika itupula Allah Swt mengijabah atau mengabulkan.


Sekitar tahun 2010, saya bersama keluarga sempat ziarah ke Makam Habib Sholeh Tanggul di Jember, Jawa Timur. Pada kesempatan itupula,  kami berkesempatan silaturrahmi menjumpai putri beliau yang bernama Hababah Fatimah.

Sedikit riwayat Habib Sholeh Tanggul diceritakan. Konon Habib Sholeh Tanggul semasa hidup sangat gemar bersedekah. Tiada hari tanpa bersedekah. 

Bahkan tidak jarang para pengemis yang sama datang berulang kali dalam satu hari ke rumah beliau untuk meminta sedekah. Namun beliau tidak pernah menolak dan selalu memberikan sedekah, mesti kepada pengemis yang itu-itu saja.

Atas kelaziman bersedekah itu, suatu ketika Habib Sholeh Tanggul mendapat keistimewaan (karomah) berjumpa Rasulullah Saw dalam satu mimpi.

Diceritakan pula, dalam mimpi tersebut Habib Sholeh Tanggul mendapat kesempatan untuk mengajukan permohonan kepada Allah Swt. 

Konon dalam mimpi tersebut Rasulullah Saw menawarkan beberapa permintaan kepada Habib Sholeh Tanggul, mulai dari kekayaan hingga ilmu yang luas. Namun saat itu, beliau tidak meminta apa-apa, melainkan hanya memohon kepada Rasulullah Saw agar setiap doanya kepada Allah Swt mustajab (langsung dikabulkan).

Nah sejak itulah, setiap doa-doa yang dimunajatkan Habib Sholeh Tanggul langsung dikabulkan Allah Swt bagaikan secepat kilat. Dalam satu riwayat lain dikisahkan, satu ketika Habib Sholeh Tanggul pernah kedatangan tamu di rumahnya. Bersamaan itu tiba-tiba turun hujan sedemikian lebat. Setelah sekian lama bertamu, hujan tak kunjung reda, sehingga sang tamu tak bisa beranjak dari rumah Habib Sholeh Tanggul. Menyaksikan keinginan tamu yang bermaksud ingin segera pulang karena keperluan lain, Habib Sholeh Tanggul berdoa dan seketika itupula hujan yang sangat lebat tadi reda.(*)


Kuserahkan Jasadku Untuk yang Lain


Wahai Tuhanku.., aku bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa.
Hari-hariku penuh dosa dan lupa. Saat-saatku senantiasa lalai dan sia-sia. Sedangkan Engkau..tiap detik menyapa dan tiada pernah berdusta bahwa KAU ada.

Wahai Rabbku..., aku memohon dan menghiba. Jangan biarkan lupaku adalah lupaMU, namun peliharakanlah bahwa ingatku adalah ingatMU atau ingatMU tak berbeda dengan ingatku. KAU jadikan pandanganMU dalam mataku. KAU uraikan ucapanMU pada lidahku. Aku tak kuasa memandangMU dalam akal, tetapi aku juga tak mampu mengabaikanMU dalam sadar. Diriku jauh lebih rendah dari butiran debu yang berserakan. Jika kumpulan debu masih bisa mengubah warna yang putih menjadi abu-abu, sedangkan diriku tiada bersisa bila sudah terhapus usia.

Wahai Tuhanku yang Maha Kasih Sayang..
Cinta kasihMU tiada terbatas
AmpunanMU jauh lebih luas dari dosa-dosaku, bagaikan segenggam rumput di tengah lautan.
Kalbuku teramat mencintaiMU, tetapi jasadku kadang mengingkari rasa itu.
Pilihlah kalbuku hanya untukMU dan kekasihMU, kuserahkan jasadku untuk yang lain.(*)